Beranda » Motivasi » Valentine Day Dilihat dari Sudut Pandang Positif dan Diterapkan Dalam Bisnis Online

Valentine Day Dilihat dari Sudut Pandang Positif dan Diterapkan Dalam Bisnis Online

T Diposting oleh pada 3 February 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 114 kali

Kasih sayang itu karunia Allah Tuhan YME…, mulia, baik, harus dimiliki oleh semua mahluk, dan wajib diterapkan dalam kehidupan. Allah saja Maha Pengasih dan Penyayang. Jika sekarang banyak yang menerapkan kasih sayang menjadi suatu hal yang negatif dan rusak itu adalah kesalahan manusia yang tidak menempatkan kasih sayang itu pada tempat yang semestinya.

Seperti Valentine Day…., masih sering menjadi pembahasan dan masih ada kontroversi antara setuju dan tidak setuju. Padahal kalau menurut pendapat saya…., hanya masalah penerapan dalam hidup kita yang harus benar. Kerena jika salah “menggunakannya” akan merusak.

Maka mari kita pahami dan terapkan dalam kegiatan hidup kita unsur kasih sayang dengan sebaik-baiknya. Apa yang terjadi jika manusia hidup tanpa memiliki rasa kasih sayang….? Mungkin kita akan menjadi manusia kejam yang lebih kejam lagi dari binatang.

Berkaitan dengan blog ini yang membahas tentang website, bisnis online, affiliate marekting dsb. maka mari kita terapkan cinta dan kasih sayang kita dalam mengelola website atau bisnis online kita. Kita harus mencintai pekerjaan kita agar menjalankannya dengan semangat, berghairah dan serius. karena kita mencintai bisnis online yang sedang kita kerjakan.

Pentingnya Menjalankan Bisnis Online dengan Cinta

Menjalankan pekerjaan apapun apalagi bisnis harus dilandasi dengan rasa mencintai agar mampu memebrikan yang terbaik. Contoh :

Seorang sopir angkutan umum yang bekerja dengan dasar mencintai pekerjaan dan mencintai sesama manusia maka akan memberikan pelayanan service yang memuaskan penumpang. Yang dilakukan misalnya :

  • Mengendarai mobilnya dengan hati-hati dan menjaga agar penumpang nyaman berada mobilnya.
  • Tidak nge-gas atau nge-rem secara mendadak.
  • Kondisi mobil bersih dan terawat.
  • Berhenti untuk menurunkan atau menaikan penumpang tidak terburu-buru.
  • Mengembalikan ongkos penumpang sesuai dengan tarif.
  • Tidak dioper ke kendaraan lain
  • Diantar sampai ke tujuan/ terminal yang dituju.
  • Tidak nge-tem terlalu lama sampai orang yang naik pengin turun lagi, pindah ke angkot lain.
  • Jika Taksi mungkin ada koran atau majalah untuk dibaca, pengharum ruang mobil, tempat sampah.

Cara pelayanan penumpang yang nyaman akan menjadikan pelanggan setia akan selalu menunggu kendaraan yang sudah cocok. Berbeda dengan angkutan umum yang hanya mengejar target tanpa memikirkan kepentingan dan kenyamanan penumpang. Maka yang dilakukan sebaliknya, kira-kira seperti berikut ini :

  • Mengendarai mobil tidak baik, ugal-ugalan, tidak nyaman dan tidak memperhatikan keselamatan berkendara.
  • Berhenti, rem gas semaunya.
  • Mobil tidak terawat bahkan sering bocor jika hujan air menetes ke dalam mobil.
  • Penumpang belum turun atau naik dengan sempurna sudah jalan lagi, padahal penumpang belum dapat duduk, kasihan jika penumpangnya orang tua.
  • Ongkos tidak dikembalikan, tidak ada patokan tarif yang pasti. Jika ada orang yang sekiranya mudah dibohongi kesempatan untuk ambil ongkos sebesar mungkin.
  • Penumpang dioper ke kendaraan lain…, tanpa alasan dan tanpa kembalian ongkos.
  • Penumpang diturunkan ditengah jalan belum sampai tujuan.
  • dan lain-lain.

Ngelantur ya,,,,…..,,,,#@#*(…

Bicara bisnis online kok jadi bicara angkot. Ya…intermezo saja dan untuk memudahkan gambaran bagaimana menerapkan rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan agar lebih baik. Sekaligus mengartikan Valentine Day dari sisi yang baik. Sebab masih banyak jutaan orang diluar sana yang menentang keras Valentine Day.

Saya sendiri tidak setuju jika Valentine Day dirayakan seperti budaya barat yang melanggar norma-norma. Tapi saya setuju bahwa kasih sayang adalah karunia Allah Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita syukuri.

Jadi menerapkan kasih sayang pada tempatnya dan dilakukan sebagaimana aturan dan norma yang ada, khususnya kita di Indonesia. Jangan-lah menyamakan perayaan Valentine Day seperti orang tanpa agama dan tanpa aturan norma kehidupan.

Jika diatas merupakan contoh dalam kehidupan bisnis offline, nah bagaimana kita menerapkan dalam bisnis online…?

Silahkan anda rumuskan sendiri ya….dengan sebegus mungkin dan pelayanan sebaik mungkin untuk pelanggan online anda.

Semoga bermanfaat

 

Belum ada Komentar untuk Valentine Day Dilihat dari Sudut Pandang Positif dan Diterapkan Dalam Bisnis Online

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Valentine Day Dilihat dari Sudut Pandang Positif dan Diterapkan Dalam Bisnis Online

Kelas Samara : Panduan Pra Nikah Buat Yang masih Jomblo

T 21 February 2018 F , , , A Gemilang

Melewati pertengahan Februari 2018…, MASIH JOMBLO ? padahal sudah 25 tahun keatas ??? Panduan pra-nikah di kelas samara diperlukan untuk siapa saja yang sampai saat ini masih belum mendapatkan jodoh padahal usianya sudah diatas 25 tahun….apalagi jika sudah 30 tahun... Selengkapnya

Ebook Premium “The Influencer” Motivasi dan Pengembangan Diri

T 3 March 2018 F , A Gemilang

Ebook Premium bagi anda yang memerlukan pengembangan diri dalam mengarungi pergaulan dalam dunia kerja, bisnis, sosial dan sebagainya. Silahkan jika cocok diorder saja langsung tanpa perantara. Mau tahu cara Bagaimana Cara “Menyihir” Orang Lain Agar Mudah Mengikuti Perintah Dan Patuh... Selengkapnya

Bisnis Online Sebagai Peluang Usaha Sampingan

T 26 August 2017 F , , A Gemilang

Apakah anda saat ini sedang bekerja sebagai karyawan perusahaan. Jika iya…., maka tetap bisa menjalani bisnis online sebagai kerja sampingan. Menjalankan bisnis affiliate marketing atau bisnis online yang lainnya bisa sambil bekerja sebagai karyawan perusahaan, kantor atau karyawan offline lainnya.... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Premium Wordpress Themes

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.